Seiring berkembangnya ekonomi masyarakat yang
kian modern, ekonomi Islam atau ekonomi berbasis Syariah
mulai muncul di tengah masyarakat. Ekonomi Islam? Ekonomi Islam berpedoman penuh pada Al-Qur’an
dan As-Sunnah. Hukum-hukum yang melandasi prosedur transaksinya sepenuhnya
untuk kemaslahatan masyarakat, sehingga tidak ada satu pihak yang merasa
dirugikan. Tapi, masyarakat umum belum banyak yang mengetahui apa itu ekonomi Islam Maka dari itu, beberapa waktu lalu saya dan teman-teman saya dalam kelompok mata kuliah Perekonomian Indonesia memutuskan untuk
mengenalkan ekonomi Islam langsung kepada masyarakat. Kami bertujuan agar
ekonomi Islam semakin membaur dengan masyarakat, karena di masyarakatlah
transaksi ekonomi sering digunakan. Setidaknya masyarakat mengetahui hal-hal
yang dibolehkan dan dilarang dalam bermuamalah. Kami mengangkat materi tentang
pengertian ekonomi Islam secara umum dan hal-hal yang dilarang dalam muamalah (
Tadlis, Taghrir, Ikhtikar, Ba’i Najasy, Maisir, Riba, Risywah). Tempat yang kami tuju adalah Alun-Alun Kota Malang, kami memilih tempat itu dengan alasan karena disana banyak masyarakat menghabiskan waktu sore untuk
berkumpul dengan keluarga atau teman-temannya.
Sasaran pertama kami adalah dua mahasiswi
semester 1 jurusan Biologi dari Universitas Negeri Malang dan kami mulai untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu lalu kita mulai berbincang-bincang santai agar tidak formal dan untuk tidak menciptakan rasa bosan. kami mulai menyanyakan tentang ekonomi Islam secara umum dan mereka ternyata paham dengan ekonomi islam secara umum, tapi kami tidak berfokus pada ekonomi Islam secara umum atau global meklainkan kami berfokus pada 7 hal yang dilarang dalam bermuamalah. Setelah kami bertanya tentang 7 hal tersebut mereka hanya bisa menjawab 1 yaitu Riba'. lalu kam mulai menjelaskan 7 hal tersebut satu persatu dan merka tampak menyimak dengan penjelasan kami sampai akhirnya mereka memiliki berbagai pertanyaan seputar studi kasus dari 7 hal yang dilarang dalam bermuamalah tersebut, yang mereka tanyakan adalah tentang penimbunan barang jika untuk berjaga-jaga takut kalau barang tersebut terjadi kelangkaan, maka kamipun menjawab apabila barang tersebut untuk kebutuhannya sendiri itu tidak apa-apa. kami senang dengan feedback yang mereka berikan sehingga penjelasan kami juga ada tantangannya.
Sasaran kedua kami adalah tujuh orang pelajar SLTA salah satu sekolah di Malang. Sama seperti target pertama kami juga berbincang dengan santai namun feedback yang kami dapatkan kurang memuaskan karena sepertinya mereka tidak begitu tertarik sehingga tidak banyak pertanyaan yang muncul dari sasaran kedua ini.
Inilah tantangan kita untuk terus memajukan ekonomi Islam yaitu membagikan pengetahuan bersama-sama tentang ekonomi Islam agar ekonomi Islam dikenal bbanyak masyarakat dan masyarakat sadar betapa sempurnanya ekonomi Islam dibanding dengan ekonomi Konvensional. semoga kita tetap istiqomah dalam menyebarkan ekonomi Islam sedikit demi sedikit asal bisa terus dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar