Rabu, 22 November 2017

Haruskah Sektor Pertanian Dikucilkan daripada Sektor Industri?

Indonesia merupakan negara agraris dimana seharusnya lebih mengutamakan sektor pertanian daripada sektor industri. Namun pada kenyataannya Indonesia tidak mampu memajukan sektor pertaniannya, Indonesia lebih mengutamakan setor industri terutama dalam bidang makanan dan minuman. Padahal seharusnya sektor pertanian bisa mengimbangi kemajuan sektor industri, sebab bahan baku dari sektor industri terutama makanan dan minuman berasal dari pertanian.
Kenapa sektor pertanian tidak bisa mengimbangi sekttor industri? Alasannya adalah para petani tidak mampu bersaing dengan petani luar negeri sehingga bahan baku dari industri makananpun juga mengimpor dari negara lain. Seharusnya tidak seperti itu, jika sektor pertanian ingin maju maka harus bisa bersaing dengan petani luar negeri.
Industri makanan dan minumanpun harusnya juga membantu mengembangkan sektor pertanian dengan cara membeli bahan baku dari hasil petani dalam negeri. Dengan aanya agroindustri diharapkan sektor pertanian mampu mengimbangi pesatnya pertumbuhan sektor industri.
Disinilah peran pemerintah sangat dibutuhkan, pemerintah harus mengembangkan agroindustri untuk membantu para petani agar bisa bersaing dengan petani luar negeri dengan tujuan agar sektor industri makanan dan minuman mau menggunakan hasil dari dalam negeri. Petani harus diberi penyuluhan untuk meningkatkan kualitas hasil panen mereka.


Rabu, 15 November 2017

Pembangunan Desa Di Sektor Pertanian (studi kasus desa Rembun Kec. Dampit Kab. Malang)

Seperti yang kita ketahui rata-rata penduduk Indonesia masih tinggal di pedesaan dan dari situ dapat disimpulkan bahwa matapencahariannya berasal dari sktor pertanian. Maka dari itu untuk mensejahterakan penduduk desa pemerintah harus membangun desa dalam sektor pertanian. Itu juga untuk pemerataan dengan penduduk yang ada di kota. Dalam tulisan kali ini penulis akan memberikan studi kasus membangun desa dalam sektor pertanian di desa Rembun Kabupaten Malang.
            Desa Rembun terletak di Kecamatan Dampit Kabupaten Malang ini memiliki luas lahan pertanian yang amat luas sehingga mata pencaharian penduduk desa ini dalah sebagai petani. Meskipun tidak semua memiliki lahan yang digunakan untuk pertanian namun mereka dipercaya untuk menggarap lahan. Peran perangkat desa dalam memajukan desa ini adalah dengan memproduksi hasil panen padi, jagung, tebu dan juga tomat. Namun yang paling diunggulkan adalah padinya sebab seperti yang kita ketahui nasi merupakan makanan pokok orang Indonesia.
            Disini perangkat desa dan pemerintah daerah bekerja sama dengan pabrik benih PT Syngenta dengan tema “Produksi Padi 10 Ton” yang dimana tujuan dari kerjasama ini adalah untuk memproduksi padi sebanyak-banyaknya dan selain itu membantu petani untuk lebih menggeluti pertanian karena akan dibutuhkan banyak tenaga kerja untuk menggarap padi sebanyak itu.
            Selain untuk membantu pangan di desa dan luar desa juga membantu agar pemerintah lebih sedikit mengekspor beras dari negara lain. Seperti yang kita ketahui walaupun negara Indonesia adalah negara agraris namun tetap saja pemerintah belum bisa mencukupi kebutuhan pangan untuk warganya sendiri sehingga dilakukanlah ekspor untuk memenuhi kebutuhan pangan.
            Diharapkan setiap desa juga bisa memproduksi padi sendiri agar bisa membantu memenuhi kebutuhan pangannya. Tidak hanya bermodalkan lahan yang luas saja, lahan sempipun bisa digunakan sebagai lahan pertanian atau sering disebut petani gurem. Diharapkan denga cara seperti ini Indonesia bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri selain untuk memenuhi kebutuhan pangan hal ini juga bisa memajukan dan mensejahterakan desa sebab kita hanya mengandalkan produksi dari dalam negeri saja tidak perlu lagi melakukan ekspor dengan negara lain hanya untuk kebutuhan pangan saja.