Rabu, 11 Oktober 2017

Sistem Perekonomian Indonesia dari Masa ke Masa

Sistem Ekonomi Indonesia dari masa orde lama hingga sekarang berbeda-beda. Mulai dari orde lama yang dipimpin oleh Presiden pertama kita yaitu Ir. Soekarno, masa orde baru oleh Jendral Soeharto, hingga masa reformasi sampai sekarang ini. Yang akan kita bahas pada blog kali ini adalah tentang bagaimana sistem perekonomian yang diterapkan pada masa-masa tersebut dan bagaimana dampaknya sampai masa sekarang.
1.      Masa Orde Lama (1945-1965)
Pada masa ini keadaan Indonesia benar-benar sangat buruk, dikarenakan Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaannya jadi sistem pemerintahan di Indonesia masih terbilang berantakan dan belum teratur. Perekonomiannya pun juga masih sangat terpuruk, masalah yang dihadapi ssaat itu adalah adanya insflasi yang tinggi yang disebabkan ketika itu pemerintah mengsahkan tiga mata uang yaitu De Javache Bank, Hindia-belanda, dan mata uang pendudukan Jepang.
Pada masa orde lama Indonesia menganut sistem ekonomi liberal dan ekonomi komando. Pada tahun 1945 setelah terjadi Agresi Militer Belanda II Indonesia mengalami perubahan bentuk negara yaitu menjadi Republik Indonesia Serikat yang menganut sistem Liberalisme. Indonesia menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-1957 sistem ini sangat merugikan rakyat indonesia yang dimana pada saat itu usahanya masih kalah saing dengan pengusaha non-pribumi. Ciri dari sistem ini adalah menerapkan sistem persaingan yang bebas sehingga akan menguntungkan yang diatas dan merugikan yang dibawah, maka dari itu pada saat penerapan sistem ini perekonomian Indonesia sangat kacau.
Lalu untuk mengatasi kekacauan yang terjadi akibat sistem yang dianut dibuatlah kebijakan yaitu sebagai berikut:
a.       Gunting Syafrudin (20 Maret 1950)
b.      Perubahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS
c.       Rencana Pembangunan Lima Tahun
d.      Musyawarah Nasional Pembangunan
e.       Melepaskan Blokade Ekspor Impor yang dipelopori oleh Belanda
Setelah sistem ekonomi Liberal tidak berhasil maka sistem ekonomi Indonesia berubah menjadi sistem ekonomi Terpimpin atau Sosialis yaitu pada tahun 1959-1965 dimana ciri dari sistem ini adalah semua diatur oleh negara dan semua terpusat oleh pemerintah. Sama seperti ciri khasnya, pada masa ini seluruh kegiatan perekonomian dipimpin oleh Presiden Soekarno yang terlibat langsung dalam perekonomian Indonesia. Akibatnya, kegiatan perekonomian menjadi terganggu dan akhirnya menurun. Kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah dengan sistem sosialis tampaknya juga masih belum berhasil, berikut adalah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah:
a.       Devaluasi nilai uang Rupiah
b.      Pembentukan Deklarasi Ekonomi
c.       Menekan Laju Inflasi
2.      Masa Orde Baru (1965-1998)
Pada masa orde baru, indonesia menganut sistem ekonomi Kapitalis, dapat dilihat pada periode ini Indonesia bersifat lebih transparan dalam kegiatan ekonominya. Berbeda dengan periode sebelumnya yaitu orde lama yang bersifat tertutup dan terpimpin. Selain itu pada orde baru ini adanya kemauan yang kuat untuk membangun perekonomian dan diberikannya kesempatan untuk masuknya modal asing ke Indonesia sehingga banyak negara lain yang menanamkan modalnya di Indonesia yang membuat perekonomian Indonesia lebih maju. Namun kelemahan dari orde baru ini adalah KKN yang merajalela sehingga merugikan negara dan membuat kepercayaan rakyat terhadap pemerintah memudar. Sehingga puncaknya terjadi pada tahun 1997 Presiden Soeharto dituntut untuk lengser dari jabatannya oleh para mahasiswa. Maka berakhirlah masa orde baru dengan sistem ekonomi kapitalisnya.
3.      Masa Reformasi-sekarang
Sejak awal kemerdekaan Indonesia tidak pernah memakai sistem yang menjadi ciri khas Indonesia yaitu sistem ekonomi Pancasila. Bahkan sampai saat ini pun Indonesia masih menganut sistem ekonomi kebarat-baratan. Pada masa reformasi sampai sekarang Indonesia menganut sistem ekonomi kapitalis walaupun pemerintah mengelaknya, hal ini dapat dilihat dari kegiatan ekonomi Indonesia yang dikuasai oleh pihak swasta, eksploitasi sumber daya alam besar-besaran, penguasaan pasar oleh pihak swata sehingga yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Tidak ada sedikitpun pencerminan dari sistem ekonomi Pancasila yang bersifat kerakyatan.

                


Tidak ada komentar:

Posting Komentar